Beranda > Uncategorized > Menentramkan Hati

Menentramkan Hati

Kaum shufi yang bersikap damai.

  1.   I.      Pada umumnya Kaum Shufi/ Rohaniawan banyak mengamalkan zikirullah/ingat kepada Allah. Akibat dari pada itu maka hati mereka selalu tenteram.

Allah telah memberi jaminan ketentraman hati bagi orang-orang yang selau ingat kepada Allah. Firman Allah dalam Qur’an ( S. Ar-Rad 28).

“ Orang-orang beriman itu menjadi tenteram hatinya dengan zikirullah/ingat kepada Allah. Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah , Hati bisa menjadi tenteram“.

Dengan berkat ketentraman hati, kaum sufi itu, mereka tidak merasa takut, tidak ragu-ragu dan tidak duka cita. Hidup mereka sangat sederhana, tidak banyak kebutuhan, tidak berlebih-lebihan. Mereka bersyukur, senang dalam hidup adanya, sabar menjalankan perintah Agama, sabar menerima cobaan dan ujian dari Allah. Akhlak dan sikap hidup seperti itulah yang menjadi kebiasaan sehari-hari mereka. Karena itu, maka tidak wajarlah kalau mereka dicurigai sebagai:

  • Orang yang membahayan keamanan.
  • Orang yang mematikan semangat kerja.
  • Orang sesat dan lain-lain sifat-sifat yang rendah atau buruk. Tetapi karena suci bersihnya hati mereka sehingga hati mereka selalu tentram, tidak merasa dimusuhi atau memusuhi.


Ketentraman hati adalah faktor utama dan menentukan dalam pembangunan. Demikianlah dikalangan kaum sufi/Rohaniawan tidak didapati pertikaian diantara satu sama lain  ( dalam masaalah akidah/ kepercayaan dalam Agama) meskipun terdapat dalam kalangan mereka bermacam-macam ” TAREKAT” (metode), namun tujuan mereka satu juga, ialah untuk mencapai HAKEKAT Ketuhanan.

Kaum Ilmu Kalam/ Teology yang bersikap berselisihan.

  1. Berlainan sekali apa yang terjadi dikalangan Ahli-ahli ilmu Kalam atau filsafat Islam dan Ahli-ahli ilmu Fiqih dimana mereka selalu terdapat pertikaian diantara kalangan mereka sendiri. Mungkin bukanlah pada tempatnya kita pada lembaran terbatas ini untuk mengungkap sepintas – lintas tentang sejarah pertumbuhan dari pada Ilmu tersebut, tetapi rasanya, ada baiknya juga disini bagi pembaca Risalah kecil ini catatan ringkas sejarah pertumbuhan Ilmu Tauhid sebagai berikut:
  1. pada Priode Mazhab Salaf :

perkembangan Agama dan yang menyangkut Ilmu Tauhid setelah nabi besar Muhammad s.a.w meninggaldan sesudah masa sahabat Nabi, maka muncullah seorang tokoh Ulama Besar  sebagai Guru besar Islam bernama Hasan Al-Basri. Beliau mendirikan pesantren ( Peguruan) di Basrah dimana para Mahasiswa berdatangan dari berbagai daerah, mempelajari berbagai masaalah dari segala macam seginya. Dalam perkembangan ajaran perguruan tersebut (*) segeralah berpengaruh diberbagai daerah Islam. Maka lambat laun ajaran Guru besar itu timbul menjadi suatu aliran ( Mazhab) yang terkenal bernama” Mazhab Salaf” sebagai Mazhab yang pertama kalinya sesudah masa sahabat. Didalam perguruan itu, banyak pula orang –orang dari macam-macam agama terdorong masuk Islam sambil membawa kepercayaan yang dianut mereka sebelum masuk Islam. Akibat timbullah didalam Agama beraneka rupa syubhat. Dalam pada itu mulailah timbul pertikaian disebabkan beberapa perbedaan pendapat. Awal masaalah yang menimbulkan pertikaian diantara mereka adalah masalah ” IKHTIAR” dan masaalah tentang ”orang yang melakukan dosa besar sedang ia tidak bertaubat”.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Komentar Kamu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: